Banggar Usulkan Debat Kandidat Pilgub Cukup Satu Kali

Kamis , 15 Maret 2018 13:13

Suasana rapat banggar bersama TAPD

DPRDSulselNews - Rapat banggar  mengusulkan, debat kandidat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel, Ada beberapa pertimbangan yang muncul dalan rapat kerja Banggar DPRD dengan TAPD Sulsel.(kamis.15/03/2018).

Anggota DPRD Sulsel Irfan Ab mengatakan, sebaiknya melakukan perhitungan ulang berdasarkan hasil review isnpekstorat mengenai dana Pilkada.

"Apakah sebaiknya kita melakukan perhitungan ulang..yah ini kita serahkan kepada yang berkompeten dan tim yang bisa menhitung  sesuai dengan konsultasi kita tidak melakukan parsial," ujarnya..

Sementara itu Selle KS Dalle mengatakan, terkait perubahan parsial ini hasil rasionaliasasi bersama kpu.. sdikit tidka clear waktu konsul kemendagri.

Pengurangan debat kandidat itu, dianggap Banggar DPRD Sulsel, banyak menghemat anggaran. Debat kandidat Pilgub Sulsel sendiri, dijadwalkan akan digelar sebanyak tiga kali.

Saat ini, baik Banggar dan TAPD Sulsel tengah melakukan rasionalisasi anggaran Pilgub. Dari total anggaran Pilgub yang diusulkan KPU Sulsel sebesar Rp456 miliar lebih, sebenarnya sudah dilakukan rasionalisasi sebesar Rp434 miliar lebih, atau sudah dikurangi Rp22 miliar lebih.

Namun angka tersebut, dianggap masih terlalu besar dengan empat pasang calon yang akan bertarung. Memang, anggaran Rp456 miliar lebih itu, awalnya akan digunakan dalam penyelenggaraan Pilgub Sulsel, dengan estimasi enam pasangan calon.

Sekretaris TAPD Sulsel, Jufri Rahman menjelaskan, pengurangan debat, dianggap salah satu upaya menghemat anggaran. Dan mengutamakan penggunaannya pada hal yang lebih mendasar.

"Supaya anggaran ini bisa diputuskan pada hal yang lebih mendesak. Kalau anggaran pengamanan, jangan diganggu. Karena kalau terjadi kerusuhan dalam skala luas, itu bisa mempengaruhi pilkada," kata Jufri saat ditemui di gedung DPRD Sulsel.

Ketua Banggar DPRD Sulsel, Fachruddin Rangga juga mengusulkan, agar debat kandidat digelar sekali saja. Lagi-lagi kata dia, sebagai upaya untuk menghemat anggaran Pilkada.

Wajar memang kata dia, debat dijadikan ajang memperkenalkan visi dan misi calon. Namun, juga harus memikirkan hal yang lebih luas lagi.

"Kalau berulang kali debat, dikhawatirkan akan terjadi konflik. Kemudian kan tidak boleh berhitung, bahwa debat ini kasih media ini, kemudian media ini lagi. Banyak itu kalau itu dipikirkan. Jadi lebih baik satu kali saja," pungkasnya.

Diketahui, ada 6 item yang sudah dirasionalisasi pihak inspektorat. Yakni biaya pencalonan pemeriksaan kesehatan untuk empat Paslon.

Kemudian, laporan audit dana kampanye Rp33,3 miliar menjadi Rp33,0 miliar, dan pengadaan pendistribusian perlengkapan pemungutan penghitungan suara Rp99 miliar menjadi Rp33 miliar. Sehingga jumlah selisih yang telah dirasionalisasi sebesar Rp22 miliar untuk anggaran KPU Sulawesi Selatan.


 

BERITA TERKAIT
Rapat Kerja Badan Anggaran ke 3 terkait Penjelasan TAPD Prov.Sulsel mengenai Rancangan KUA & PPAS TA 2017
28 Juli 2016 13:30
DPRDSULSELnews - Anggota DPRD Prov.Sulsel akan mengadakan Rapat Kerja Badan Anggaran ke 3 Masa Sidan...
Rapat Kerja Badan Anggaran Ke 2 Masa Sidang III Tahun 2016
15 September 2016 09:00
DPRDSULSELnews - Berdasarkan permintaan Pimpinan Badan Anggaran DPRD Provinsi Sulawesi Selatan,...
Rapat Kerja Badan Anggaran ke 5
20 Oktober 2016 11:30
DPRDSULSELnews - Berdasarkan Permintaan Pimpinan Badan Anggaran DPRD Provinsi Sulawesi Selatan,...
Rapat Kerja Badan Anggaran ke 12 Masa Sidang III Tahun 2016
14 November 2016 10:00
DPRDSULSELnews - Berdasarkan Permintaan Pimpinan Badan Anggaran DPRD Provinsi Sulawesi Selatan,...
Rapat Kerja Badan Anggaran Ke 1 Masa Sidang I Tahun 2017 Di Pending Hingga Besok Siang
3 Januari 2017 12:38
DPRDSULSELnews - Pimpinan Badan Anggaran DPRD Provinsi Sulawesi Selatan melaksanakan Rapat Kerj...

  • SHARES